Archives
February 2012
M T W T F S S
« Jan    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  

Tragedi Pasar Impress

.Photo by. Ismail

 

Potret SSB ‘Byak’ 2011

@Lap. Putra Angkasa Biak.

Photo by. Onal Rukawa :D

Hewan Mamalia Laut Apakah yang Terdampar Di Karuiberik Pesisir Pantai Utara Pulau Biak, 28 Oktober 2010 lalu?

Hari Kamis, tanggal 28 Oktober 2010, ditengah PERAYAAN HARI SUMPAH PEMUDA masyarakat  kampung Karuiberik dan sekitar yang berdiam di pesisir pantai utara pulau Biak dan berhadapan langsung dengan Samudera Pasifik, digemparkan dengan sebuah fenomena alam yang aneh. Sebuah bangkai mamalia laut yang panjangnya kurang lebih 10 meter , lebar ± 2,5 meter dan berat  ratusan kilo terdampar di pesisir pantai Karuiberik Distrik Warsa-Biak. Hari jumat tanggal 29 Oktober 2010, Bapak Kepala Distrik Warsa Iwan Ismulyanto dan Bapak Timo Asyerem bersama dengan warga kampung secara berbondong-bondong mendekati bangkai mamalia laut tersebut.  Mereka memotret dan mengabadikan bangkai hewan mamalia laut tersebut. Panjang taring hewan mamalia laut tersebut mencapai ± 2 meter , berbentuk silinder dan lingkaran taring bagian bawah ± 25 cm. Fosil tulang dan taring mamalia tersebut, kini disimpang dan diamankan oleh warga Kampung Karuiberik Pesisir Pantai Utara Pulau Biak sebagai alat pembuktian bagi publik, tentang fenomena alam tersebut.

Dugaan sementara : mamalia laut yang terdampar di pantai utara Pulau Biak, tepatnya di Kampung Karuiberik Distrik Warsa diduga adalah Singa Laut, karena memiliki sayap/sirip tambahan yang pendek pada sisi kiri dan kanan badannya serta memiliki ekor/sirip belakang seperti hewan mamalia laut lainya,yaitu ikan paus, hiu dan lumba-lumba. Hempasan gelombang Samudera Pasifik dan terjangan angin ribut serta ombak besar, telah menyeret bangkai Singa Laut ini kembali ke laut lepas di perairan Samudera Pasifik.

Studi pustaka bersumber dari Eksiklopedia Dunia tentang Singa Laut adalah kelompok mamalia laut seperti ikan paus, lumba-lumba, hiu dan mamalia laut ber. Namun, Singa Laut memiliki keunikan tersendiri karena selain memiliki sirip ekor yang ada di belakang, juga sirip kecil pada sisi kiri dan kanan depan badannya.   Sirip/sayap pada sisi kiri dan kanan depan dan sirip ekor bagian belakang merupakan motor penggerak yang membuat pergerakan hewan ini lebih kuat dan laju dalam air dan juga lincah di daratan/pesisir. Singa laut merupakan salah satu hewan mamalia laut yang dilindungi secara internasional. Singa laut di dunia ada 5 genus dan 7 species yang masih hidup di bumi ini,  tersebar di beberapa wilayah, sebagai berikut :

  1. Genus : Eumetopias; species : Eumetopias jubatus.  Nama umum adalah Steller sea lion atau disebut juga dengan nama Northen sea lion, Sea king,Stellar sea lion atau stelers sea lion).

Steller sea lion atau Eumetopias jubatus hidup dan tersebar di wilayah pantai pasifik utara mulai dari Jepang sampai perairan pantai California Amerika. Steller sea lion adalah Singa Laut yang agresif dan juga berbahaya. Singa jantang memiliki ukuran dapat mencapai 2,5-3 meter dan betina dapat mencapai 2,9 meter.

  1. Genus : Neopocha; species : Neopocha cinerea. Nama umum adalah Australian sea lion atau White capped-sea lion;

Habitatnya di perairan barat  sampai selatan benua Australia

  1. Genus : Otaria; species : Otaria flavescens. Nama umum South American sea lion; atau Southern sea lion/Patagonian sea lion and Maned sea lion.

Habitatnya: dari perairan Brasil-Rio de Jenerio dekat laut atlantik sampai peru dan pasifik

  1. Genus : Phocarctos ; species : Phocarctos hookeri; nama umum : New Zealand sea lion

Habitatnya : di perairan laut

  1. Genus : Zalophus ;  ada 3 species, yaitu :
  2. Zalophus californianus atau nama umumnya California sea lion
  3. Zalophus japonicus atau Japanese sea lion
  4. Zalophus wollebaeki (Galapagos sea lion)

Genus Zalophus adalah singa laut yang jinak dan biasanya digunakan oleh taman nasional, taman hiburan laut dan sirkus untuk kegiatan atraksi.

(oleh. Godlief Kawer, S.Hut)

DPRD HARAP DINKES TANGANI ANAK PENGIDAP TUMOR

Biak,14/10 (ANTARA) – Kalangan DPRD Kabupaten Biak Numfor, Papua mengharapkan jajaran Dinas Kesehatan (dinkes) segera menangani anak pengidap tumor mata, Barbarina Sarawan (8) yang kondisinya sangat memprihatinkan.

Ketua Komisi III DPRD Biak Drs Yusuf Brabar MM di Biak, Kamis, mengakui, dirinya sangat prihatin dengan sikap dinas kesehatan Biak yang belum melakukan tindakan nyata dalam  penanganan medis terhadap pasien tumor mata Barbarina Sarawan.

“Komisi III DPRD telah mengagendakan rapat dengar pendapat dengan dinas terkait dalam menyikapi penanganan pasien anak pengidap tumor mata,” ungkap Yusuf Brabar.

Ia mengakui, jajaran DPRD Biak hingga saat ini hanya mendapatkan laporan dari wartawan dan kelompok anak Biak community yang secara sukarela mengalang bantuan kemanusiaan  pengumpulan koin peduli kasih   untuk membantu mencari dana biaya pengobatan pasien anak pengidap tumor mata tersebut.

Upaya penggalangan koin peduli kasih digagas wartawan bersama anak Biak community, menurut Brabar, sebagai aksi nyata tindakan aksi kemanusiaan guna meringankan beban penderitaan pasien anak pengidap tumor mata yang sangat membutuhkan uluran tangan masyarakat.

“Terobosan pengumpulan koin peduli kasih pasien anak tumor mata patut didukung, saya harapkan melalui aksi kemanusiaan ini mampu mengumpulkan dana bagi pengobatan pasien Barbarina Sarawan ke RSCM Jakarta,” harap Yusuf Brabar.

Sementara itu, ketua Fraksi Barisan Kebangkitan Republik Nasionalis Godlief JJ Kawer S.Hut, mengakui, pihak Dinkes bersama Pemkab Biak dapat memberikan perhatian kepada pasien anak pengidap tumor mata Barbarina Sarawan.

“Saya sangat prihatin dengan kondisi pasien anak pengidap tumor mata, ya saat ini diperlukan dukungan dana berbagai pihak untuk membantu pengobatan rujukan ke RSCM Jakarta,” ujarnya.

Bentuk simpatik kalangan DPRD Biak secara sponitas mengumpulkan koin peduli kasih sebesar Rp1,4 juta untuk disumbangkan kepada anak pengidap pasien tumor mata Barbarina Sarawan melalui aksi wartawan dan anak Biak community.

Berdasarkan kondisi pasien anak pengidap tumor mata Barbarina Sarawan hingga Kamis pagi  makin kritis karena tidak mendapat perawatan secara medis pasca kembali pengobatan dari rumah sakit Dian Harapan Jayapura.

ANAK BIAK COMMUNITY GALANG KOIN PEDULI TUMOR.

Biak, 12/10 (ANTARA) – Anak Biak Community Kabupaten Biak Numfor, Papua, Selasa, mengalang dana bantuan koin peduli pasien pengidap tumor mata Barbalina Sarawan (8) guna membantu membiayai pengobatan rujukan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Sekretaris Anak Biak Community, Sergius Wabiser SH, di Biak, Selasa, mengatakan kegiatan kemanusiaan berupa pengumpulan koin peduli pasien pengidap tumor mata dilakukan untuk mencari dukungan dana pembiayaan pengobatan rujukan ke Jakarta.

“Secara spontitas komunitas anak Biak melakukan aksi penggalangan koin peduli Barbalina Sarawan, ya target kami bagaimana anak pengidap tumor mata segera dilakukan pengobatan, sehingga bisa sembuh,” ungkapnya.

Ia mengatakan pelaksanaan koin peduli Barbalina Sarawan terlaksana karena kerja sama dengan kalangan media guna menggugah para dermawan untuk memberikan bantuan koin bagi penyembuhan Barbalina Sarawan.

Meski kegiatan pengumpulan koin peduli pasien tumor mata baru dioperasikan, tetapi pihaknya telah menerima bantuan dana yang terkumpul mencapai Rp61 ribu.

“Melalui aksi koin peduli Barbalina Sarawan diharapkan akan terkumpul dana untuk selanjutnya diberikan kepada pasien pengidap tumor mata guna berobat sesuai rujukan ke RSCM Jakarta,” katanya.

Wabiser mengakui keluarga pasien tumor mata merupakan dari keluarga miskin serta hanya bekerja sebagai nelayan sehingga tidak mampu membiayai pengobatan di rumah sakit rujukan membutuhkan anggaran berkisar Rp50 jutaan.

“Saya imbau aksi kemanusiaan koin peduli Barbalina Sarawan dapat didukung berbagai pihak sehingga anak warga miskin ini bisa hidup normal dan bersekolah seperti biasanya,” kata sekretaris komunitas anak Sergius Wabiser.

Sebelumnya, anggota keluarga pasien tumor mata, Jhon Sarawan, mengharapkan bantuan dana dari berbagai pihak untuk mendukung pengobatan rujukan bagi anaknya Barbalina Sarawan.

“Tanpa bantuan dari kalangan dermawan maka kami tidak bisa membiayai pengobatan pasien tumor Barbalina Sarawan ke Jakarta, karena itu saya sangat membutuhkan uluran tangan masyarakat untuk pembiayaan pengobatan anaknya,” katanya.

Berdasarkan data pasien tumor mata Barbalina Sarawan (8), warga Kampung Inggiri, Distrik Biak Kota itu didiagnosa mengidap penyakit tumor mata ganas sehingga  mata kanan telah mmepengaruhi penglihatan mata kiri pasien bersangkutan.