Film Pedalaman Papua Diangkat ke Layar Eropa

Jakarta – Sebuah film tentang petualangan di pedalaman Papua yang digarap oleh Sineas Jerman. Film berjudul “dschungelkind” yang berarti anak rimba rencananya akan diangkat ke layar lebar di Eropa.
Peluncuran film yang mengisahkan pedalaman Papua tersebut dilakukan di Gedung Modern Sony Center, Postdamer Platz, Berlin, Jerman.
“dschungelkind” meskipun mengisahkan petualangan di Papua, namun pengambilan gambar untuk film tersebut tidak dilakukan di Papua. Salah satu alasannya karena lokasi pedalaman Papua yang sulit dijangkau oleh kru film.
“Di Papua banyak buaya, padahal kami banyak mengambil adegan di Sungai dengan anak-anak bermain di air. Selain itu juga masih ada kekhawatiran tentang penyakit di Papua,” jelas Sutradara film “dschungelkind”, Roland Suso Ritcher
“dschungelkind” mengisahkan pengalaman keluarga asal jerman yang tinggal di pedalaman Papua pada tahun 80-an hingga awal tahun 90-an. Kisah itui didasarkan pada kisah nyata yang ditulis seorang anggota keluarga, Sabine Kuegler.
“Untuk film ini saya mengubah nama orang-orang suku Fayu karena dalam tradisi Fayu menyebut nama orang yang sudah meninggal itu tabu. Nanti jika film ini diputar di Papua lalu mereka mendengar nama orang yang sudah meninggal bisa jadi masalah,” ucap Penulis cerita, Sabine Kuegler.
Saat ini Sabine tidak dapat lagi menginjakkan kaki ke Papua karena buku keduanya yang menggambarkan situasi kontroversial di Papua. Namun film “dschungelkind” diputar di bioskop-bioskop di Jerman serta mendapat banyak pujian dari pengamat film eropa. [tvonenews.tv]
Pulau Pai dan Pulau Pasi [Aimando - Padaido]





.photo by. Onal Rukawa.
Tragedi Pasar Impress




.Photo by. Ismail
Potret SSB ‘Byak’ 2011







@Lap. Putra Angkasa Biak.
Photo by. Onal Rukawa
Hewan Mamalia Laut Apakah yang Terdampar Di Karuiberik Pesisir Pantai Utara Pulau Biak, 28 Oktober 2010 lalu?

Hari Kamis, tanggal 28 Oktober 2010, ditengah PERAYAAN HARI SUMPAH PEMUDA masyarakat kampung Karuiberik dan sekitar yang berdiam di pesisir pantai utara pulau Biak dan berhadapan langsung dengan Samudera Pasifik, digemparkan dengan sebuah fenomena alam yang aneh. Sebuah bangkai mamalia laut yang panjangnya kurang lebih 10 meter , lebar ± 2,5 meter dan berat ratusan kilo terdampar di pesisir pantai Karuiberik Distrik Warsa-Biak. Hari jumat tanggal 29 Oktober 2010, Bapak Kepala Distrik Warsa Iwan Ismulyanto dan Bapak Timo Asyerem bersama dengan warga kampung secara berbondong-bondong mendekati bangkai mamalia laut tersebut. Mereka memotret dan mengabadikan bangkai hewan mamalia laut tersebut. Panjang taring hewan mamalia laut tersebut mencapai ± 2 meter , berbentuk silinder dan lingkaran taring bagian bawah ± 25 cm. Fosil tulang dan taring mamalia tersebut, kini disimpang dan diamankan oleh warga Kampung Karuiberik Pesisir Pantai Utara Pulau Biak sebagai alat pembuktian bagi publik, tentang fenomena alam tersebut. 
Dugaan sementara : mamalia laut yang terdampar di pantai utara Pulau Biak, tepatnya di Kampung Karuiberik Distrik Warsa diduga adalah Singa Laut, karena memiliki sayap/sirip tambahan yang pendek pada sisi kiri dan kanan badannya serta memiliki ekor/sirip belakang seperti hewan mamalia laut lainya,yaitu ikan paus, hiu dan lumba-lumba. Hempasan gelombang Samudera Pasifik dan terjangan angin ribut serta ombak besar, telah menyeret bangkai Singa Laut ini kembali ke laut lepas di perairan Samudera Pasifik. 
Studi pustaka bersumber dari Eksiklopedia Dunia tentang Singa Laut adalah kelompok mamalia laut seperti ikan paus, lumba-lumba, hiu dan mamalia laut ber. Namun, Singa Laut memiliki keunikan tersendiri karena selain memiliki sirip ekor yang ada di belakang, juga sirip kecil pada sisi kiri dan kanan depan badannya. Sirip/sayap pada sisi kiri dan kanan depan dan sirip ekor bagian belakang merupakan motor penggerak yang membuat pergerakan hewan ini lebih kuat dan laju dalam air dan juga lincah di daratan/pesisir. Singa laut merupakan salah satu hewan mamalia laut yang dilindungi secara internasional. Singa laut di dunia ada 5 genus dan 7 species yang masih hidup di bumi ini, tersebar di beberapa wilayah, sebagai berikut :
- Genus : Eumetopias; species : Eumetopias jubatus. Nama umum adalah Steller sea lion atau disebut juga dengan nama Northen sea lion, Sea king,Stellar sea lion atau stelers sea lion).
Steller sea lion atau Eumetopias jubatus hidup dan tersebar di wilayah pantai pasifik utara mulai dari Jepang sampai perairan pantai California Amerika. Steller sea lion adalah Singa Laut yang agresif dan juga berbahaya. Singa jantang memiliki ukuran dapat mencapai 2,5-3 meter dan betina dapat mencapai 2,9 meter.
- Genus : Neopocha; species : Neopocha cinerea. Nama umum adalah Australian sea lion atau White capped-sea lion;
Habitatnya di perairan barat sampai selatan benua Australia
- Genus : Otaria; species : Otaria flavescens. Nama umum South American sea lion; atau Southern sea lion/Patagonian sea lion and Maned sea lion.
Habitatnya: dari perairan Brasil-Rio de Jenerio dekat laut atlantik sampai peru dan pasifik
- Genus : Phocarctos ; species : Phocarctos hookeri; nama umum : New Zealand sea lion
Habitatnya : di perairan laut
- Genus : Zalophus ; ada 3 species, yaitu :
- Zalophus californianus atau nama umumnya California sea lion
- Zalophus japonicus atau Japanese sea lion
- Zalophus wollebaeki (Galapagos sea lion)
Genus Zalophus adalah singa laut yang jinak dan biasanya digunakan oleh taman nasional, taman hiburan laut dan sirkus untuk kegiatan atraksi.


(oleh. Godlief Kawer, S.Hut)