Chat Room
Name:
Email:
For:  
Mail will not be published
(but it's required)
  • biondi
    (September 6, 2010 1:34 am)
    lagi d mndo ..
  • Anak Biak
    (August 15, 2010 8:14 am)
    emank lgi dmna skrg Biondi..???
  • biondi
    (August 12, 2010 3:37 pm)
    pengen kmbli ke biak , kota di mana tempat kelahiran ku ..
    miss u biak city …
  • Anak Biak
    (August 11, 2010 7:48 am)
    Faiman indo :-D
  • Papare_nap
    (June 14, 2010 1:16 am)
    Bila Ingat Akan Kembali… Itulah BIAK KOTA JASA….

1 · 2 · 3
September 2010
M T W T F S S
« Aug    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
Search

Sedikitnya dua warga dilaporkan meninggal dunia setelah gempa beruntun di lepas pantai Papua.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan gempa terkuat terukur 7,1 pada skala Richter.

Gempa kuat tersebut terjadi sekitar 10.16 WIB Rabu (16/6). Situs BMKG kemudian menyebarkan peringatan ancaman tsunami.

Menurut pantauan BMKG, pusat gempa berada 123km di tenggara Biak di Provinsi Papua pada kedalaman sekitar 10km.

Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG Fauzi mengatakan kepada BBC bahwa peringatan bahaya tsunami sudah dicabut satu jam setelah gempa berkekuatan 7,1 tersebut.

Fauzi menambahkan gempa di dekat Biak itu didahului oleh foreshock berkekuatan 6,2 dan aftershock berkekuatan 5,3 dan 6,6.

Sejumlah laporan menyebutkan beberapa bangunan rusak dan ambruk di beberapa tempat yang dekat dengan pusat gempa, termasuk di Serui.

Tempat terparah

Aparat kepolisian Papua menyatakan Pulau Yapen menjadi tempat yang terkena dampak terparah akibat getaran gempa.

Kapolres Yapen AKBP Denny Siregar mengatakan kepada BBC bahwa sedikitnya 20 rumah rusak berat dan sebuah gereja ambruk.

Menurut Denny, dua korban tewas diduga tertimbun bangunan yang runtuh.

Dia menambahkan gempa kuat mendorong banyak warga keluar rumah dan langsung lari ke tempat yang lebih tinggi, sebagian lagi berkumpul di lapangan bola.

Yan Pieter Yarangga dari Pulau Biak mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa ratusan orang keluar dari rumah tidak lama setelag meraksan getaran gempa.

“Saya ikut lari. Saya takut akan ada gempa susulan,” kata Yarangga.

Warga beberapa daerah di Indonesia timur juga merasakan gempa. Sebelum gempa di Papua, Kota Palu, Sulawesi Tengah, diguncang gempa tektonik berkekuatan 5,3 Skala Richter (SR) pada Rabu pagi pukul 08.52 WITA.

Menurut laporan situs BMKG, gempa yang tidak berpotensi tsunami itu berpusat pada 1,44 Lintang Selatan dan 119,25 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.

Lokasi gempa sendiri terletak di 91 km di bagian barat daya Kota Palu.

Gempa tektonik berkekuatan 4,9 Skala Richter (SR) mengguncang Kota Ambon dan sekitarnya pada Rabu sekitar pukul 17.19 WIT.

Menurut Fauzi dari BMKG, gempa yang terasa di Palu, Sulawesi dan di sekitar Biak tidak saling terkait, meski dengan selang waktu berdekatan.

Untuk memperingati hari Pendidikan Nasional, bertempat di Water Bases Biak di adakan berbagai Lomba :

* Lomba Pemilihan Putri Pantai 2010, dengan kategori umur 15 – 17 tahun

* Lomba Mewarnai, dengan kategori umur 5 – 7 tahun

* Lomba Menebak Lagu Nasional, dengan kategori umur 15 – 17 tahun.

Acara ini bekerjasama Radio Perkasa FM & LANAL Biak dan di dukung oleh Dinas Pendidikan Kab. Biak Numfor dan Dinas Pariwisata Kab. Biak Numfor.

Photo by. Onal Rukawa ;)

BIAK-Ribuan warga Kristiani dari
berbagai denominasi gereja di kabupaten Biak Numfor, Papua memperingati paskah
serta menyambut kebangkitan Yesus Kristus dalam bentuk pawai obor yang dikemas
dalam berbagai kreatifitas serta nuansa penderitaan Yesus, Minggu (4/4) sekitar
pukul 03.30 WIT. Salah satunya pentas jalan penderitaan Yesus yang ditampilkan
lingkungan pelayanan Petra di jemaat GKI
Maranatha sangat mendapat perhatian dan apreasiasi warga yang mengikuti pawai
obor maupun menyaksikan dipinggiran ruas jalan Imam Bojol di pusat kota.

 
Dalam pentas jalan dengan tema
penderitaan Yesus yang ditampilkan lingkungan pelayanan Petra ini merupakan kegiatan
rutin tiap tahun
menjelang kebangkitan Yesus yang diperankan oleh anggota persekutuan angkatan
muda (PAM). Pawai obor dijemaat GKI Maranatha yang merupakan jemaat kotawi
dengan jumlah jiwa terbesar di daerah ini diatur oleh masing-masing majelis dan
unsur-unsur jemaat dari beberapa lingkungan. Semua warga jemaatnya diarahkan
tepat pukul 04.30 WIT telah bersama dalam ibadah fajar paskah dihalaman gereja.

“ Warga jemaat dalam pawai obor
diatur oleh majelis lingkungan yang dibantu oleh unsur PAM, PW dan PKB
sedangkan untuk ibadah fajar paskah diatur oleh majelis dari urusan pekabarn
injil bersama panitia hari raya gerejani “, kata pelayan jemaat pendeta
M.Rumbiak Kapissa kepada Bintang Papua, Minggu (4/4).

Dijelaskan bahwa untuk menyambut
kebangkitan Yesus Kristus, setiap lingkungan telah diberikan himbauan untuk
dapat mengatur rute pawai dan dapat mengemas suasana pawai dengan kreatifitas
masing-masing. Warga jemaat yang bergabung dalam ibadah fajar paskah dijemaat
ini sekitar 1200 orang lebih.

Sementara itu jemaat GKI
Ebenhazer Ridge, dalam menyambut ibadah fajar paskah yang dilakukan dihalaman
gereja. Warga jemaatnya yang berada di sebelas wijk pelayanan melakukan pawai
obor dimulai pukul 04.00 WIT. Warga jemaat yang berjumlah 600 orang lebih itu
mulai ibadah fajar paskah tepat pukul 04.45 WIT dengan pelayan firman pendeta
Max Kafiar,S.Si.

Ketua jemaat GKI Ebenhaezer
Ridge, pendeta Th.Puhili,S.Th mengatakan dalam merayakan pesta kemenangan iman,
telah diatur oleh panitia hari raya gerejani sedangkan tata ibadah disiapkan
oleh majelis urusan pekabaran injil. Diakhir ibadah fajar paskah panitia
menyiapkan telur paskah bagi persekutuan anak dan remaja (PAR) serta pembagian
hadiah dari berbagai jenis lomba yang sebelumnya telah digelar jelang paskah
dijemaat ini.

“ Kegiatan ini kami sambut dengan
bebagai lomba jelang paskah, kemping paskah, pawai obor, ibadah fajar paskah
dan pencarian telur paskah untuk unsur PAR “, kata Th.Puhili.

Dari pantauan di Gereja
Pantekosta Di Indonesia (GPDI) jemaat Sion Biak Kota, pelaksanaan menyambut
fajar paskah juga dilakukan dengan pawai obor paskah yang diikuti sekitar 100
orang lebih warga jemaatnya. Sebelumnya warga jemaat telah semalam suntuk
melakukan doa dan puji-pujian di gereja.

Walaupun dalam pelaksanaan pawai
obor paskah di kabupaten ini mencapai ribuan orang yang terlibat didalamnya,
namun berjalan aman. Nampak anggota kepolisian berbaju preman juga mengawasi
pelaksanaan tersebut, sedangkan patroli polisi dari polres dan polsek terus
secara kontinue melakukan patroli. 

By. Opin Tanati

BIAK–Gara-gara isterinya diambil
pulang oleh AR(72) yang dikenal sebagai bapa mantu yang menjadi pelaku dari
korban LD(34) anak mantu yang tewas mengenaskan dilokasi penjualan sayurmayur
emperan toko di pasar Inpres Biak, Rabu (24/2) lalu, berkas kasusnya akan segera
dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. 

Kasus pembunuhan yang diawali
dengan perkelahian antara anak mantu dan bapa mantu yang sempat membuat warga
pasar Inpres sempat panik dan berhamburan meninggalkan pasar itu, Senin (12/4)
sekitar pukul 11.00 WIT telah dilakukan rekonstruksi oleh petugas penyidik Polres
Biak Numfor. 

Kepala satuan (Kasat) Reskrim
Polres setempat, AKP George Septory,SH mengatakan rekonstruksi kasus pembunuhan
yang berlokasi di pasar Inpres menghadirkan lima saksi dan satu pelaku yaitu AR.

“ Semua saksi dan pelakunya kami
hadirkan dalam proses rekonstruksi kasus itu “, kata George Septory kepada
Bintang Papua di Biak, Senin (12/4).

Lanjut kasat, dengan dilaksanakan
rekonstruksi itu maka pihaknya kini sedang mempersiapkan berkasnya untuk segera
dilimpahkan sesuai proses hukum lebih lanjut.

Sementara itu Kapolre Biak
Numfor, Ajun Komisaris Besar Polisi Setyo Budiyanto,SH,MH menjelaskan bahwa
dengan dilakukan rekonstruksi ini merupakan bagian penting dari tugas penyidik
untuk menguji Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang telah dibuat atas pengakuan
awal tersangka. 

“ Inikan bagian penting untuk
mnguji BAP sebelum dilimpahkan ke kejaksaan negeri untuk proses lebih lanjut “,
kata Setyo Budiyanto.

Walaupun rekonstruksi yang
berlangsung saat aktifitas pasar sedang ramai, namun dapat berlangsung tertib
dan aman. Masyarakat yang menyaksikan jalannya rekonstruksi itu juga tidak ada
yang lakukan gerakan tambahan untuk memicu keributan. 

 
By. Opin Tanati