Archives
February 2012
M T W T F S S
« Jan    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  

Archive for the ‘Berita’ Category

ANAK BIAK COMMUNITY GALANG KOIN PEDULI TUMOR.

Biak, 12/10 (ANTARA) – Anak Biak Community Kabupaten Biak Numfor, Papua, Selasa, mengalang dana bantuan koin peduli pasien pengidap tumor mata Barbalina Sarawan (8) guna membantu membiayai pengobatan rujukan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Sekretaris Anak Biak Community, Sergius Wabiser SH, di Biak, Selasa, mengatakan kegiatan kemanusiaan berupa pengumpulan koin peduli pasien pengidap tumor mata dilakukan untuk mencari dukungan dana pembiayaan pengobatan rujukan ke Jakarta.

“Secara spontitas komunitas anak Biak melakukan aksi penggalangan koin peduli Barbalina Sarawan, ya target kami bagaimana anak pengidap tumor mata segera dilakukan pengobatan, sehingga bisa sembuh,” ungkapnya.

Ia mengatakan pelaksanaan koin peduli Barbalina Sarawan terlaksana karena kerja sama dengan kalangan media guna menggugah para dermawan untuk memberikan bantuan koin bagi penyembuhan Barbalina Sarawan.

Meski kegiatan pengumpulan koin peduli pasien tumor mata baru dioperasikan, tetapi pihaknya telah menerima bantuan dana yang terkumpul mencapai Rp61 ribu.

“Melalui aksi koin peduli Barbalina Sarawan diharapkan akan terkumpul dana untuk selanjutnya diberikan kepada pasien pengidap tumor mata guna berobat sesuai rujukan ke RSCM Jakarta,” katanya.

Wabiser mengakui keluarga pasien tumor mata merupakan dari keluarga miskin serta hanya bekerja sebagai nelayan sehingga tidak mampu membiayai pengobatan di rumah sakit rujukan membutuhkan anggaran berkisar Rp50 jutaan.

“Saya imbau aksi kemanusiaan koin peduli Barbalina Sarawan dapat didukung berbagai pihak sehingga anak warga miskin ini bisa hidup normal dan bersekolah seperti biasanya,” kata sekretaris komunitas anak Sergius Wabiser.

Sebelumnya, anggota keluarga pasien tumor mata, Jhon Sarawan, mengharapkan bantuan dana dari berbagai pihak untuk mendukung pengobatan rujukan bagi anaknya Barbalina Sarawan.

“Tanpa bantuan dari kalangan dermawan maka kami tidak bisa membiayai pengobatan pasien tumor Barbalina Sarawan ke Jakarta, karena itu saya sangat membutuhkan uluran tangan masyarakat untuk pembiayaan pengobatan anaknya,” katanya.

Berdasarkan data pasien tumor mata Barbalina Sarawan (8), warga Kampung Inggiri, Distrik Biak Kota itu didiagnosa mengidap penyakit tumor mata ganas sehingga  mata kanan telah mmepengaruhi penglihatan mata kiri pasien bersangkutan.

Anak cantik ini bakal kehilangan matanya.:-(

Warga Kampung Inggiri, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Barbalina Sarawan (8), penderita tumor mata kiri pasrah menjalani kehidupan, karena tak punya biaya operasi di RSCM Jakarta.

Jhon Sarawan, paman Barbalina Sarawan di Biak, Senin mengharapkan bantuan biaya pengobatan dari Pemkab Biak dan para dermawan untuk meringankan beban pembiayaan pengobatan anaknya di RSCM Jakarta.

“Saya sudah mengajukan permintaan bantuan dana kepada Pemkab Biak, ya jawaban surat sekda Jhon Than menyebutkan dana bantuan masyarakat tahun 2010 telah habis,” ujar Jhon Sarawan kepada pers di Biak, Senin (4/10/2010).

Dia mengatakan, akibat tak punya dana untuk operasi tumor mata sesuai rujukan dokter rumah sakit Dian Harapan Jayapura, maka Barbalina Sarawan hanya tinggal di rumah dengan keluarga.

“Penyakit tumor mata dialami keponakannya makin parah karena mata sebelah kiri sudah tertutup sementara mata sebelah kanan mulai kabur penglihatannya,” ujar Jhon Sarawan tampak sedih menatap keponakan penderita tumor mata.

Sebagai masyarakat miskin yang bekerja sebagai nelayan, menurut Jhon Sarawan, dirinya tidak mungkin mempunyai dana mencapai Rp 50 juta, karena pendapatan sehari-hari dari menangkap ikan hanya cukup buat makan sehari-hari.

Ia mengakui, untuk membiayai pelaksanaan operasi penyakit tumor mata keponakannya itu di RSCM Jakarta, diperkirakan membutuhkan dana mencapai Rp 50 jutaan.

“Selama menjalani pengobatan di rumah sakit Biak dan RSDU Dok II hingga di RS Dian Harapan Jayapura, uangnya habis hingga Rp 10 juta. Pekerjaan sebagai nelayan saya tak sanggup menanggung biaya pengobatan, karena itu saya membutuhkan bantuan dari dermawan,” kata Jhon Sarawan sambil menggendong Barbalina Sarawan.

Secara terpisah, Wakil Ketua II DPRD Biak Jan Dantje Kbarek SE mengakui, dia sangat prihatin dengan kondisi penderita tumor mata Barbalina Sarakan, sebab jika tidak segera diobati dapat mengancam kehidupan anak bersangkutan.

Dia mengimbau, jajaran pemkab Biak bersama dinas kesehatan dapat memberikan bantuan pembiayaan bagi penderita tumor mata Barbalina Sarakan lewat dukungan anggaran Otsus bidang kesehatan.

“Kondisi fisik anak penderita tumor mata perlu mendapat penanganan medis secepatnya, bantuan dana Otsus paling tepat diberikan mengingat alokasi anggaran Otsus untuk kepentingan masyarakat asli Papua,” ujar politisi PDI Perjuangan.

Mohon uluran tangan dari teman – teman doa dan bantuan materinya yang terketuk hatinya dapat mentransfer di rekening Bank Papua Cabang Biak dengan nomor rekening : 500185000312353, atas nama Anak Biak Community Peduli Kasih. email : info@anakbiak.com.

Terimakasih untuk teman – teman sekalian. Kiranya Tuhan membantu dan memberkati kita sekalian untuk menolong anak manis ini untuk dapat bisa bermain kembali dengan teman – temannya. :-)

Gempa di Papua telan dua korban jiwa.

Sedikitnya dua warga dilaporkan meninggal dunia setelah gempa beruntun di lepas pantai Papua.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan gempa terkuat terukur 7,1 pada skala Richter.

Gempa kuat tersebut terjadi sekitar 10.16 WIB Rabu (16/6). Situs BMKG kemudian menyebarkan peringatan ancaman tsunami.

Menurut pantauan BMKG, pusat gempa berada 123km di tenggara Biak di Provinsi Papua pada kedalaman sekitar 10km.

Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG Fauzi mengatakan kepada BBC bahwa peringatan bahaya tsunami sudah dicabut satu jam setelah gempa berkekuatan 7,1 tersebut.

Fauzi menambahkan gempa di dekat Biak itu didahului oleh foreshock berkekuatan 6,2 dan aftershock berkekuatan 5,3 dan 6,6.

Sejumlah laporan menyebutkan beberapa bangunan rusak dan ambruk di beberapa tempat yang dekat dengan pusat gempa, termasuk di Serui.

Tempat terparah

Aparat kepolisian Papua menyatakan Pulau Yapen menjadi tempat yang terkena dampak terparah akibat getaran gempa.

Kapolres Yapen AKBP Denny Siregar mengatakan kepada BBC bahwa sedikitnya 20 rumah rusak berat dan sebuah gereja ambruk.

Menurut Denny, dua korban tewas diduga tertimbun bangunan yang runtuh.

Dia menambahkan gempa kuat mendorong banyak warga keluar rumah dan langsung lari ke tempat yang lebih tinggi, sebagian lagi berkumpul di lapangan bola.

Yan Pieter Yarangga dari Pulau Biak mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa ratusan orang keluar dari rumah tidak lama setelag meraksan getaran gempa.

“Saya ikut lari. Saya takut akan ada gempa susulan,” kata Yarangga.

Warga beberapa daerah di Indonesia timur juga merasakan gempa. Sebelum gempa di Papua, Kota Palu, Sulawesi Tengah, diguncang gempa tektonik berkekuatan 5,3 Skala Richter (SR) pada Rabu pagi pukul 08.52 WITA.

Menurut laporan situs BMKG, gempa yang tidak berpotensi tsunami itu berpusat pada 1,44 Lintang Selatan dan 119,25 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.

Lokasi gempa sendiri terletak di 91 km di bagian barat daya Kota Palu.

Gempa tektonik berkekuatan 4,9 Skala Richter (SR) mengguncang Kota Ambon dan sekitarnya pada Rabu sekitar pukul 17.19 WIT.

Menurut Fauzi dari BMKG, gempa yang terasa di Palu, Sulawesi dan di sekitar Biak tidak saling terkait, meski dengan selang waktu berdekatan.

Penderitaan Yesus Ditampilkan Dalam Pawai Obor Paskah Di Biak

BIAK-Ribuan warga Kristiani dari
berbagai denominasi gereja di kabupaten Biak Numfor, Papua memperingati paskah
serta menyambut kebangkitan Yesus Kristus dalam bentuk pawai obor yang dikemas
dalam berbagai kreatifitas serta nuansa penderitaan Yesus, Minggu (4/4) sekitar
pukul 03.30 WIT. Salah satunya pentas jalan penderitaan Yesus yang ditampilkan
lingkungan pelayanan Petra di jemaat GKI
Maranatha sangat mendapat perhatian dan apreasiasi warga yang mengikuti pawai
obor maupun menyaksikan dipinggiran ruas jalan Imam Bojol di pusat kota.

 
Dalam pentas jalan dengan tema
penderitaan Yesus yang ditampilkan lingkungan pelayanan Petra ini merupakan kegiatan
rutin tiap tahun
menjelang kebangkitan Yesus yang diperankan oleh anggota persekutuan angkatan
muda (PAM). Pawai obor dijemaat GKI Maranatha yang merupakan jemaat kotawi
dengan jumlah jiwa terbesar di daerah ini diatur oleh masing-masing majelis dan
unsur-unsur jemaat dari beberapa lingkungan. Semua warga jemaatnya diarahkan
tepat pukul 04.30 WIT telah bersama dalam ibadah fajar paskah dihalaman gereja.

“ Warga jemaat dalam pawai obor
diatur oleh majelis lingkungan yang dibantu oleh unsur PAM, PW dan PKB
sedangkan untuk ibadah fajar paskah diatur oleh majelis dari urusan pekabarn
injil bersama panitia hari raya gerejani “, kata pelayan jemaat pendeta
M.Rumbiak Kapissa kepada Bintang Papua, Minggu (4/4).

Dijelaskan bahwa untuk menyambut
kebangkitan Yesus Kristus, setiap lingkungan telah diberikan himbauan untuk
dapat mengatur rute pawai dan dapat mengemas suasana pawai dengan kreatifitas
masing-masing. Warga jemaat yang bergabung dalam ibadah fajar paskah dijemaat
ini sekitar 1200 orang lebih.

Sementara itu jemaat GKI
Ebenhazer Ridge, dalam menyambut ibadah fajar paskah yang dilakukan dihalaman
gereja. Warga jemaatnya yang berada di sebelas wijk pelayanan melakukan pawai
obor dimulai pukul 04.00 WIT. Warga jemaat yang berjumlah 600 orang lebih itu
mulai ibadah fajar paskah tepat pukul 04.45 WIT dengan pelayan firman pendeta
Max Kafiar,S.Si.

Ketua jemaat GKI Ebenhaezer
Ridge, pendeta Th.Puhili,S.Th mengatakan dalam merayakan pesta kemenangan iman,
telah diatur oleh panitia hari raya gerejani sedangkan tata ibadah disiapkan
oleh majelis urusan pekabaran injil. Diakhir ibadah fajar paskah panitia
menyiapkan telur paskah bagi persekutuan anak dan remaja (PAR) serta pembagian
hadiah dari berbagai jenis lomba yang sebelumnya telah digelar jelang paskah
dijemaat ini.

“ Kegiatan ini kami sambut dengan
bebagai lomba jelang paskah, kemping paskah, pawai obor, ibadah fajar paskah
dan pencarian telur paskah untuk unsur PAR “, kata Th.Puhili.

Dari pantauan di Gereja
Pantekosta Di Indonesia (GPDI) jemaat Sion Biak Kota, pelaksanaan menyambut
fajar paskah juga dilakukan dengan pawai obor paskah yang diikuti sekitar 100
orang lebih warga jemaatnya. Sebelumnya warga jemaat telah semalam suntuk
melakukan doa dan puji-pujian di gereja.

Walaupun dalam pelaksanaan pawai
obor paskah di kabupaten ini mencapai ribuan orang yang terlibat didalamnya,
namun berjalan aman. Nampak anggota kepolisian berbaju preman juga mengawasi
pelaksanaan tersebut, sedangkan patroli polisi dari polres dan polsek terus
secara kontinue melakukan patroli. 

By. Opin Tanati

Pelaku Tewasnya Anak Mantu Di Pasar Inpres Biak Siap Dilimpahkan Ke Kejari

BIAK–Gara-gara isterinya diambil
pulang oleh AR(72) yang dikenal sebagai bapa mantu yang menjadi pelaku dari
korban LD(34) anak mantu yang tewas mengenaskan dilokasi penjualan sayurmayur
emperan toko di pasar Inpres Biak, Rabu (24/2) lalu, berkas kasusnya akan segera
dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. 

Kasus pembunuhan yang diawali
dengan perkelahian antara anak mantu dan bapa mantu yang sempat membuat warga
pasar Inpres sempat panik dan berhamburan meninggalkan pasar itu, Senin (12/4)
sekitar pukul 11.00 WIT telah dilakukan rekonstruksi oleh petugas penyidik Polres
Biak Numfor. 

Kepala satuan (Kasat) Reskrim
Polres setempat, AKP George Septory,SH mengatakan rekonstruksi kasus pembunuhan
yang berlokasi di pasar Inpres menghadirkan lima saksi dan satu pelaku yaitu AR.

“ Semua saksi dan pelakunya kami
hadirkan dalam proses rekonstruksi kasus itu “, kata George Septory kepada
Bintang Papua di Biak, Senin (12/4).

Lanjut kasat, dengan dilaksanakan
rekonstruksi itu maka pihaknya kini sedang mempersiapkan berkasnya untuk segera
dilimpahkan sesuai proses hukum lebih lanjut.

Sementara itu Kapolre Biak
Numfor, Ajun Komisaris Besar Polisi Setyo Budiyanto,SH,MH menjelaskan bahwa
dengan dilakukan rekonstruksi ini merupakan bagian penting dari tugas penyidik
untuk menguji Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang telah dibuat atas pengakuan
awal tersangka. 

“ Inikan bagian penting untuk
mnguji BAP sebelum dilimpahkan ke kejaksaan negeri untuk proses lebih lanjut “,
kata Setyo Budiyanto.

Walaupun rekonstruksi yang
berlangsung saat aktifitas pasar sedang ramai, namun dapat berlangsung tertib
dan aman. Masyarakat yang menyaksikan jalannya rekonstruksi itu juga tidak ada
yang lakukan gerakan tambahan untuk memicu keributan. 

 
By. Opin Tanati