Archives
May 2012
M T W T F S S
« Jan    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Archive for the ‘Berita’ Category

SSB ‘Byak’ Juara Turnamen Donone Cup Papua

JUBI — Sekolah Sepak Bola (SSB) Biak keluar sebagai juara I turnamen sepak bola usia dini tahunan, Danone Cup Wilayah Papua setelah di partai final tima asal Kota Karang itu menekuk wakil dari Kabupaten Jayapura, SSB Wahenlou dengan skor tipis 2-1 di Lapangan Brimob Kotaraja, Jayapura, Kamis (21/4).

Dengan raihan ini, SSB Biak berhak mewakili Papua berlaga pada Turnamen Danone Cup Tingkat Nasional pada Juli mendatang di Jakarta. Adapun juara II, III, dan IV diraih oleh SSB Wahenlou, SD Negeri Kotaraja, dan SSB Emsyk Waena.

Laga antara SSB Biak vs SSB Wahenlou sendiri sempat diwarnai aksi protes dari kubu SSB Wahenlou yang menganggap gol kedua lawan tidak sah. Karena sebelum mencetak gol pemain SSB Biak telah berada dalam posisi offside. Namun aksi protes ini tidak berlangsung lama dan pertandingan kembali dilanjutkan hingga usai.

“Kami memang menargetkan untuk keluar sebagai juara tahun ini. Tahun lalu kami gagal juara karena ada beberapa factor non teknis,”kata pelatih SSB Biak, Henock Mofu usai laga.

Ia mengatakan, timnya hanya 1 bulan mempersiapkan diri sebelum berangkat ke Jayapura untuk mengikuti Turnamen Danone Cup.

“Setelah kami kembali ke Biak, kami akan langsung kembali mempersiapkan diri untuk mengikuti turnamen tingkat Nasiona Juli mendatang,” ujarnya.

Menurutnya, ia akan terus menggenjot dan meningkatkan permaian timnya, sebelum berangkat ke Jakarta mewakili Papua. Karena ia menilai, persaingan ditingkat Nasional tentu lebih berat lagi dibanding di tingkat Provinsi.

“Kami juga akan meloby para pejabat yang ada di Biak agar kedepannya mereka lebih memprioritaskan dan meperhatikan pembinaan sepak bola usia dini,” ucapnya.

Biak Mulai Bertanam Padi

Masyarakat kampung Adibay, Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor, Papua Barat, mulai mengembangkan lahan pertanian padi, untuk memenuhi kebutuhan beras lokal.

Kegiatan tanam padi dilakukan warga kampung Adibay pada areal lahan seluas satu hektar bekerja sama dengan perusahaan swasta PT Omega sebagai program uji coba sektor pertanian dengan mamanfaatkan pola pengairan sederhana.

Kepala Dinas Peternakan dan Pertanian Tanaman Pangan Biak, Absalom Rumkorem di Biak, Kamis mengatakan, pada uji coba program tanam padi di Adibay menghasilkan beras meski dalam kapasitas sangat terbatas untuk memenuhi kebutuhan keluarga petani setempat.
Keterlibatan pihak swasta untuk membantu masyarakat dalam mengelola lahan tanam padi di kampung Adibay sekitarnya diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi warga setempat.

Dia mengakui, upaya masyarakat kampung Adibay memanfaatkan lahannya untuk mengolah kegiatan pertanian berupa menanam padi merupakan terobosan baru yang patut diberikan apresiasi pemerintah kabupaten Biak Numfor.
Rumkorem mengakui, kondisi geografis kabupaten Biak Numfor dikenal “tanah karang” sehingga wilayah ini sangat sulit dikembangkan untuk sektor pertanian menanam padi.

Melalui kegiatan menanam padi dilakukan masyaraakt kampung Adibay diharapkan dapat menghilangkan pendapat masyarakat terhadap kondisi kota Biak sekitarnya, ujarnya.
Pemkab Biak melalui dinas terkait, lanjut Rumkorem, program tanam padi di kampung Adibay diharapkan dapat dikembangkan di desa lain sehingga penduduk setempat mampu memproduksi beras untuk memenuhi kebutuhan penduduk lokal.

Selain tanaman padi, menurut Rumkorem, masyarakat di berbagai kampung wilayah distrik Biak Utara hingga sekarang telah mampu mengolah lahan tidur menjadi lahan produktif dengan menanam buah rambutan.

Selaku dinas teknis, lanjut Rumkorem, jajaran Disnaktan berharap keberhasilan warga di berbagai kampung yang memanfaatkan lahan perkarangan dengan menanam berbagai jenis buah bisa memberikan manfaat bagi peningkatan perekonomian keluarga.
Sukses meraih keberhasilan dalam menanam berbagai jenis buah-buahan harus sabar serta tanaman perlu mendapat perawatan secara tepat, ujar Kadisnaktan Rumkorem.

Pemkab Biak melalui Disnaktan, setiap tahun rutin menggalakan program pemberdayaan ekonomi masyarakat di berbagai kampung guna meningkatkan pendapatan ekonomi setiap kepala keluarga setempat.
Salah satu program yang dilakukan pemkab Biak mendorong peningkatan pendapatan warga melalui program pengembangan usaha agribisnis pedesaan. [Antara]

Film Pedalaman Papua Diangkat ke Layar Eropa

Jakarta – Sebuah film tentang petualangan di pedalaman Papua yang digarap oleh Sineas Jerman. Film berjudul “dschungelkind” yang berarti anak rimba rencananya akan diangkat ke layar lebar di Eropa.

Peluncuran film yang mengisahkan pedalaman Papua tersebut dilakukan di Gedung Modern Sony Center, Postdamer Platz, Berlin, Jerman.
“dschungelkind” meskipun mengisahkan petualangan di Papua, namun pengambilan gambar untuk film tersebut tidak dilakukan di Papua. Salah satu alasannya karena lokasi pedalaman Papua yang sulit dijangkau oleh kru film.
“Di Papua banyak buaya, padahal kami banyak mengambil adegan di Sungai dengan anak-anak bermain di air. Selain itu juga masih ada kekhawatiran tentang penyakit di Papua,” jelas Sutradara film “dschungelkind”, Roland Suso Ritcher

“dschungelkind” mengisahkan pengalaman keluarga asal jerman yang tinggal di pedalaman Papua pada tahun 80-an hingga awal tahun 90-an. Kisah itui didasarkan pada kisah nyata yang ditulis seorang anggota keluarga, Sabine Kuegler.

“Untuk film ini saya mengubah nama orang-orang suku Fayu karena dalam tradisi Fayu menyebut nama orang yang sudah meninggal itu tabu. Nanti jika film ini diputar di Papua lalu mereka mendengar nama orang yang sudah meninggal bisa jadi masalah,” ucap Penulis cerita, Sabine Kuegler.

Saat ini Sabine tidak dapat lagi menginjakkan kaki ke Papua karena buku keduanya yang menggambarkan situasi kontroversial di Papua. Namun film “dschungelkind” diputar di bioskop-bioskop di Jerman serta mendapat banyak pujian dari pengamat film eropa. [tvonenews.tv]

Hewan Mamalia Laut Apakah yang Terdampar Di Karuiberik Pesisir Pantai Utara Pulau Biak, 28 Oktober 2010 lalu?

Hari Kamis, tanggal 28 Oktober 2010, ditengah PERAYAAN HARI SUMPAH PEMUDA masyarakat  kampung Karuiberik dan sekitar yang berdiam di pesisir pantai utara pulau Biak dan berhadapan langsung dengan Samudera Pasifik, digemparkan dengan sebuah fenomena alam yang aneh. Sebuah bangkai mamalia laut yang panjangnya kurang lebih 10 meter , lebar ± 2,5 meter dan berat  ratusan kilo terdampar di pesisir pantai Karuiberik Distrik Warsa-Biak. Hari jumat tanggal 29 Oktober 2010, Bapak Kepala Distrik Warsa Iwan Ismulyanto dan Bapak Timo Asyerem bersama dengan warga kampung secara berbondong-bondong mendekati bangkai mamalia laut tersebut.  Mereka memotret dan mengabadikan bangkai hewan mamalia laut tersebut. Panjang taring hewan mamalia laut tersebut mencapai ± 2 meter , berbentuk silinder dan lingkaran taring bagian bawah ± 25 cm. Fosil tulang dan taring mamalia tersebut, kini disimpang dan diamankan oleh warga Kampung Karuiberik Pesisir Pantai Utara Pulau Biak sebagai alat pembuktian bagi publik, tentang fenomena alam tersebut.

Dugaan sementara : mamalia laut yang terdampar di pantai utara Pulau Biak, tepatnya di Kampung Karuiberik Distrik Warsa diduga adalah Singa Laut, karena memiliki sayap/sirip tambahan yang pendek pada sisi kiri dan kanan badannya serta memiliki ekor/sirip belakang seperti hewan mamalia laut lainya,yaitu ikan paus, hiu dan lumba-lumba. Hempasan gelombang Samudera Pasifik dan terjangan angin ribut serta ombak besar, telah menyeret bangkai Singa Laut ini kembali ke laut lepas di perairan Samudera Pasifik.

Studi pustaka bersumber dari Eksiklopedia Dunia tentang Singa Laut adalah kelompok mamalia laut seperti ikan paus, lumba-lumba, hiu dan mamalia laut ber. Namun, Singa Laut memiliki keunikan tersendiri karena selain memiliki sirip ekor yang ada di belakang, juga sirip kecil pada sisi kiri dan kanan depan badannya.   Sirip/sayap pada sisi kiri dan kanan depan dan sirip ekor bagian belakang merupakan motor penggerak yang membuat pergerakan hewan ini lebih kuat dan laju dalam air dan juga lincah di daratan/pesisir. Singa laut merupakan salah satu hewan mamalia laut yang dilindungi secara internasional. Singa laut di dunia ada 5 genus dan 7 species yang masih hidup di bumi ini,  tersebar di beberapa wilayah, sebagai berikut :

  1. Genus : Eumetopias; species : Eumetopias jubatus.  Nama umum adalah Steller sea lion atau disebut juga dengan nama Northen sea lion, Sea king,Stellar sea lion atau stelers sea lion).

Steller sea lion atau Eumetopias jubatus hidup dan tersebar di wilayah pantai pasifik utara mulai dari Jepang sampai perairan pantai California Amerika. Steller sea lion adalah Singa Laut yang agresif dan juga berbahaya. Singa jantang memiliki ukuran dapat mencapai 2,5-3 meter dan betina dapat mencapai 2,9 meter.

  1. Genus : Neopocha; species : Neopocha cinerea. Nama umum adalah Australian sea lion atau White capped-sea lion;

Habitatnya di perairan barat  sampai selatan benua Australia

  1. Genus : Otaria; species : Otaria flavescens. Nama umum South American sea lion; atau Southern sea lion/Patagonian sea lion and Maned sea lion.

Habitatnya: dari perairan Brasil-Rio de Jenerio dekat laut atlantik sampai peru dan pasifik

  1. Genus : Phocarctos ; species : Phocarctos hookeri; nama umum : New Zealand sea lion

Habitatnya : di perairan laut

  1. Genus : Zalophus ;  ada 3 species, yaitu :
  2. Zalophus californianus atau nama umumnya California sea lion
  3. Zalophus japonicus atau Japanese sea lion
  4. Zalophus wollebaeki (Galapagos sea lion)

Genus Zalophus adalah singa laut yang jinak dan biasanya digunakan oleh taman nasional, taman hiburan laut dan sirkus untuk kegiatan atraksi.

(oleh. Godlief Kawer, S.Hut)

DPRD HARAP DINKES TANGANI ANAK PENGIDAP TUMOR

Biak,14/10 (ANTARA) – Kalangan DPRD Kabupaten Biak Numfor, Papua mengharapkan jajaran Dinas Kesehatan (dinkes) segera menangani anak pengidap tumor mata, Barbarina Sarawan (8) yang kondisinya sangat memprihatinkan.

Ketua Komisi III DPRD Biak Drs Yusuf Brabar MM di Biak, Kamis, mengakui, dirinya sangat prihatin dengan sikap dinas kesehatan Biak yang belum melakukan tindakan nyata dalam  penanganan medis terhadap pasien tumor mata Barbarina Sarawan.

“Komisi III DPRD telah mengagendakan rapat dengar pendapat dengan dinas terkait dalam menyikapi penanganan pasien anak pengidap tumor mata,” ungkap Yusuf Brabar.

Ia mengakui, jajaran DPRD Biak hingga saat ini hanya mendapatkan laporan dari wartawan dan kelompok anak Biak community yang secara sukarela mengalang bantuan kemanusiaan  pengumpulan koin peduli kasih   untuk membantu mencari dana biaya pengobatan pasien anak pengidap tumor mata tersebut.

Upaya penggalangan koin peduli kasih digagas wartawan bersama anak Biak community, menurut Brabar, sebagai aksi nyata tindakan aksi kemanusiaan guna meringankan beban penderitaan pasien anak pengidap tumor mata yang sangat membutuhkan uluran tangan masyarakat.

“Terobosan pengumpulan koin peduli kasih pasien anak tumor mata patut didukung, saya harapkan melalui aksi kemanusiaan ini mampu mengumpulkan dana bagi pengobatan pasien Barbarina Sarawan ke RSCM Jakarta,” harap Yusuf Brabar.

Sementara itu, ketua Fraksi Barisan Kebangkitan Republik Nasionalis Godlief JJ Kawer S.Hut, mengakui, pihak Dinkes bersama Pemkab Biak dapat memberikan perhatian kepada pasien anak pengidap tumor mata Barbarina Sarawan.

“Saya sangat prihatin dengan kondisi pasien anak pengidap tumor mata, ya saat ini diperlukan dukungan dana berbagai pihak untuk membantu pengobatan rujukan ke RSCM Jakarta,” ujarnya.

Bentuk simpatik kalangan DPRD Biak secara sponitas mengumpulkan koin peduli kasih sebesar Rp1,4 juta untuk disumbangkan kepada anak pengidap pasien tumor mata Barbarina Sarawan melalui aksi wartawan dan anak Biak community.

Berdasarkan kondisi pasien anak pengidap tumor mata Barbarina Sarawan hingga Kamis pagi  makin kritis karena tidak mendapat perawatan secara medis pasca kembali pengobatan dari rumah sakit Dian Harapan Jayapura.