Author Archive
Padaido – Auki











Photo by. Onal Rukawa
SSB ‘Byak’ Juara Turnamen Donone Cup Papua

JUBI — Sekolah Sepak Bola (SSB) Biak keluar sebagai juara I turnamen sepak bola usia dini tahunan, Danone Cup Wilayah Papua setelah di partai final tima asal Kota Karang itu menekuk wakil dari Kabupaten Jayapura, SSB Wahenlou dengan skor tipis 2-1 di Lapangan Brimob Kotaraja, Jayapura, Kamis (21/4).
Dengan raihan ini, SSB Biak berhak mewakili Papua berlaga pada Turnamen Danone Cup Tingkat Nasional pada Juli mendatang di Jakarta. Adapun juara II, III, dan IV diraih oleh SSB Wahenlou, SD Negeri Kotaraja, dan SSB Emsyk Waena.
Laga antara SSB Biak vs SSB Wahenlou sendiri sempat diwarnai aksi protes dari kubu SSB Wahenlou yang menganggap gol kedua lawan tidak sah. Karena sebelum mencetak gol pemain SSB Biak telah berada dalam posisi offside. Namun aksi protes ini tidak berlangsung lama dan pertandingan kembali dilanjutkan hingga usai.
“Kami memang menargetkan untuk keluar sebagai juara tahun ini. Tahun lalu kami gagal juara karena ada beberapa factor non teknis,”kata pelatih SSB Biak, Henock Mofu usai laga.
Ia mengatakan, timnya hanya 1 bulan mempersiapkan diri sebelum berangkat ke Jayapura untuk mengikuti Turnamen Danone Cup.
“Setelah kami kembali ke Biak, kami akan langsung kembali mempersiapkan diri untuk mengikuti turnamen tingkat Nasiona Juli mendatang,” ujarnya.
Menurutnya, ia akan terus menggenjot dan meningkatkan permaian timnya, sebelum berangkat ke Jakarta mewakili Papua. Karena ia menilai, persaingan ditingkat Nasional tentu lebih berat lagi dibanding di tingkat Provinsi.
“Kami juga akan meloby para pejabat yang ada di Biak agar kedepannya mereka lebih memprioritaskan dan meperhatikan pembinaan sepak bola usia dini,” ucapnya.
Biak Mulai Bertanam Padi
Masyarakat kampung Adibay, Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor, Papua Barat, mulai mengembangkan lahan pertanian padi, untuk memenuhi kebutuhan beras lokal.
Kegiatan tanam padi dilakukan warga kampung Adibay pada areal lahan seluas satu hektar bekerja sama dengan perusahaan swasta PT Omega sebagai program uji coba sektor pertanian dengan mamanfaatkan pola pengairan sederhana.
Kepala Dinas Peternakan dan Pertanian Tanaman Pangan Biak, Absalom Rumkorem di Biak, Kamis mengatakan, pada uji coba program tanam padi di Adibay menghasilkan beras meski dalam kapasitas sangat terbatas untuk memenuhi kebutuhan keluarga petani setempat.
Keterlibatan pihak swasta untuk membantu masyarakat dalam mengelola lahan tanam padi di kampung Adibay sekitarnya diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi warga setempat.
Dia mengakui, upaya masyarakat kampung Adibay memanfaatkan lahannya untuk mengolah kegiatan pertanian berupa menanam padi merupakan terobosan baru yang patut diberikan apresiasi pemerintah kabupaten Biak Numfor.
Rumkorem mengakui, kondisi geografis kabupaten Biak Numfor dikenal “tanah karang” sehingga wilayah ini sangat sulit dikembangkan untuk sektor pertanian menanam padi.
Melalui kegiatan menanam padi dilakukan masyaraakt kampung Adibay diharapkan dapat menghilangkan pendapat masyarakat terhadap kondisi kota Biak sekitarnya, ujarnya.
Pemkab Biak melalui dinas terkait, lanjut Rumkorem, program tanam padi di kampung Adibay diharapkan dapat dikembangkan di desa lain sehingga penduduk setempat mampu memproduksi beras untuk memenuhi kebutuhan penduduk lokal.
Selain tanaman padi, menurut Rumkorem, masyarakat di berbagai kampung wilayah distrik Biak Utara hingga sekarang telah mampu mengolah lahan tidur menjadi lahan produktif dengan menanam buah rambutan.
Selaku dinas teknis, lanjut Rumkorem, jajaran Disnaktan berharap keberhasilan warga di berbagai kampung yang memanfaatkan lahan perkarangan dengan menanam berbagai jenis buah bisa memberikan manfaat bagi peningkatan perekonomian keluarga.
Sukses meraih keberhasilan dalam menanam berbagai jenis buah-buahan harus sabar serta tanaman perlu mendapat perawatan secara tepat, ujar Kadisnaktan Rumkorem.
Pemkab Biak melalui Disnaktan, setiap tahun rutin menggalakan program pemberdayaan ekonomi masyarakat di berbagai kampung guna meningkatkan pendapatan ekonomi setiap kepala keluarga setempat.
Salah satu program yang dilakukan pemkab Biak mendorong peningkatan pendapatan warga melalui program pengembangan usaha agribisnis pedesaan. [Antara]
Film Pedalaman Papua Diangkat ke Layar Eropa

Jakarta – Sebuah film tentang petualangan di pedalaman Papua yang digarap oleh Sineas Jerman. Film berjudul “dschungelkind” yang berarti anak rimba rencananya akan diangkat ke layar lebar di Eropa.
Peluncuran film yang mengisahkan pedalaman Papua tersebut dilakukan di Gedung Modern Sony Center, Postdamer Platz, Berlin, Jerman.
“dschungelkind” meskipun mengisahkan petualangan di Papua, namun pengambilan gambar untuk film tersebut tidak dilakukan di Papua. Salah satu alasannya karena lokasi pedalaman Papua yang sulit dijangkau oleh kru film.
“Di Papua banyak buaya, padahal kami banyak mengambil adegan di Sungai dengan anak-anak bermain di air. Selain itu juga masih ada kekhawatiran tentang penyakit di Papua,” jelas Sutradara film “dschungelkind”, Roland Suso Ritcher
“dschungelkind” mengisahkan pengalaman keluarga asal jerman yang tinggal di pedalaman Papua pada tahun 80-an hingga awal tahun 90-an. Kisah itui didasarkan pada kisah nyata yang ditulis seorang anggota keluarga, Sabine Kuegler.
“Untuk film ini saya mengubah nama orang-orang suku Fayu karena dalam tradisi Fayu menyebut nama orang yang sudah meninggal itu tabu. Nanti jika film ini diputar di Papua lalu mereka mendengar nama orang yang sudah meninggal bisa jadi masalah,” ucap Penulis cerita, Sabine Kuegler.
Saat ini Sabine tidak dapat lagi menginjakkan kaki ke Papua karena buku keduanya yang menggambarkan situasi kontroversial di Papua. Namun film “dschungelkind” diputar di bioskop-bioskop di Jerman serta mendapat banyak pujian dari pengamat film eropa. [tvonenews.tv]
Pulau Pai dan Pulau Pasi [Aimando - Padaido]





.photo by. Onal Rukawa.