Chat Room
Name:
Email:
For:  
Mail will not be published
(but it's required)
  • biondi
    (September 6, 2010 1:34 am)
    lagi d mndo ..
  • Anak Biak
    (August 15, 2010 8:14 am)
    emank lgi dmna skrg Biondi..???
  • biondi
    (August 12, 2010 3:37 pm)
    pengen kmbli ke biak , kota di mana tempat kelahiran ku ..
    miss u biak city …
  • Anak Biak
    (August 11, 2010 7:48 am)
    Faiman indo :-D
  • Papare_nap
    (June 14, 2010 1:16 am)
    Bila Ingat Akan Kembali… Itulah BIAK KOTA JASA….

1 · 2 · 3
September 2010
M T W T F S S
« Aug    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
Search

Author Archive

Photo by. Onal Rukawa :-D

Photo by. Onal Rukawa :-D

Foto By. Onal Rukawa ;-)

Anak-anak Indigo telah menjadi fenomena dan kajian dalam 10 tahun terakhir ini. Walau beberapa  pribadi dan  komunitas mulai berupaya mengelola anak-anak indigo di Indonesia, tetapi semuanya masih dilakukan secara ‘sambilan’ dan belum ada yang benar-benar fokus. Mudah-mudahan saduran artikel dari berbagai sumber  ini dapat mendorong dan membuka wawasan untuk berkembangnya anak-anak indigo di Indonesia sesuai dengan bakat dan misi mereka di dunia ini.

Kata indigo sendiri diambil dari nama warna yaitu indigo, yang dikenal sebagai warna biru sampai violet. Orang indigo adalah istilah yang diberikan kepada anak yang menunjukkan perilaku lebih dewasa dibandingkan usianya dan memiliki kemampuan intuisi yang sangat tinggi. Biasanya mereka tidak mau diperlakukan sebagai anak-anak.

gb: sunchildren.ning.com

Anak indigo adalah anak yang memiliki lapangan aura berwarna nila. Cara berpikirnya yang khas, pembawaannya yang tua, membuat anak indigo tampil beda dengan anak sebayanya. Pancaran aura yang dimilikinya membawa kepada suatu karakteristik perilaku unik. Secara fisik anak indigo sama sekali tak berbeda dengan anak lainnya.

Lewat bukunya Understanding Your Life Through Color, Nancy Tappe (1982) membuat klasifikasi manusia berdasarkan warna energi atau cakra. Cakra adalah pintu-pintu khusus dalam tubuh manusia untuk keluar masuknya energi. Pada tubuh manusia terdapat  7 cakra utama, yaitu cakra mahkota ada di puncak kepala, cakra Ajna di antara dua alis, cakra tenggorokan di tenggorokan, cakra jantung di tengah dada, cakra pusar ada di pusar, cakra seks ada pada tulang pelvis, dan cakra dasar ada di tulang ekor.

Anak indigo memiliki keunggulan pada cakra Ajna (the third eyes) yang berkaitan dengan kelenjar hormon hipofisis dan epifisis di otak. Adanya mata ketiga ini membuat anak indigo disebut memiliki indra keenam. Mereka dianggap memiliki kemampuan menggambarkan masa lalu dan masa datang.

Satu hal yang penting dan digaris bawahi, yaitu tidak jarang anak indigo salah diidentifikasi. Mereka sering dianggap sebagai anak LD (Learning Sidability) ataupun anak ADD/HD (Attentian Deficit Disorder/Hyperactivity Disorder). Perbedaannya adalah ketidakajegan munculnya perilaku yang dikeluhkan. Misalnya pada anak indigo, mereka menunjukkan keunggulan pemahaman terhadap aturan-aturan sosial dan penalaran abstrak, tapi tak tampak dalam kesehariannya, baik di sekolah maupun di rumah.

Dengan adanya pembahasan singkat tentang Tradisi Pembayaran Mas Kawin yang dilakukan secara Adat oleh Suku Biak-Papua yang coba saya uraikan dalam tulisan singkat berikut ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman serta penjelasan secara garis besar tentang bagaimana cara Masyarakat Adat Suku Biak, dalam mengadakan pembayaran atau penyerahan Mas Kawin menurut Adat atau Tradisi yang sering dilakukan di dalam prosesi penyerahan Mas Kawin pada sebuah acara pernikahan Orang Biak.

Secara khusus, cara/tradisi pembayaran Mas Kawin, menurut bahasa Biak disebut ”ARAREM “. Pembayaran Mas Kawin adalah salah satu tradisi yang tidak dapat diabaikan, karena hal ini adalah konsekwensi dari sebuah perkawinan yang dilangsungkan secara Adat oleh Suku Biak-Papua.

Masyarakat Asli Papua tak terkecuali Orang Biak, sangat terikat dengan apa yang disebut adat atau tradisi. Hal tersebut nampak pada cara membayar Mas Kawin yang sering dilakukan di dalam sebuah prosesi penyerahan Mas Kawin.
Terdapat beberapa) tahap dalam pembayaran / pemberian Mas Kawin yang dilakukan oleh Pihak Laki-laki kepada Pihak Perempuan, diantaranya :

Pertemuan dan Kesepakatan.
- Pihak Pertama adalah Pihak Laki-laki;
- Pihak Kedua adalah Pihak Perempuan.

Tahap Awal, Biasanya dilakukan oleh Pihak Pertama, yang didasari oleh sebuah perkawinan. Hal ini dilakukan oleh karena tuntutan tradisi atau adat yang wajib untuk dilaksanakan.

Di dalam pertemuan ini, yang sangat berperan adaah pihak Laki-laki sebagai Pihak Pertama yang mana pertemuan tersebut sasarannya lebih di tujukan kepada orang tua Pihak Kedua ( Perempuan). Pada pertemuan pertama inii, pihak pertama akan menanyakan berapa jumlah harga Mas Kawin yang diminta oleh Orang Tua Pihak Kedua (Perempuan).

Jika dalam pertemuan ini menghasilkan suatu kesepakatan, maka Pihak Pertama mulai menyiapkan segala sesuatu yang diminta oleh Pihak Kedua yang berhubungan dengan Mas Kawin tersebut. Mas Kawin yang dimaksud terdiri dari sejumlah barang berupa piring dan uang. Ketika usaha/upaya Pihak Pertama telah sesuai dengan permintaan atau tuntutan Pihak Kedua, maka diadakan perternuan kedua.

Tahap Kedua, Pertemuan kedua berbeda dengan pertemuan pertama, karena Pihak Kedua diundang oleh Pihak Pertama ke rumah Pihak Pertama. Maksud pertemuan ini adalah agar Pihak Kedua dapat melihat harta benda yang telah disiapkan oleh Pihak Pertama. Dan jika menurut Pihak Kedua harta benda yang telah dikumpulkan itu sesuai, maka akan disepakati waktu pelaksanaan pembayaran harta atau Mas Kawin tersebut.

Prosesi Penyerahan Mas Kawin (ARAREM)
Terdapat dua hal yang akan sangat nampak pada saat penyerahan Mas Kawin.

  • Jika Pihak Kedua (Perempuan) berasal dari kampung lain, maka dalam proses ini Pihak Pertama akan melibatkan semua saudara/kerabat yang berada di kampungnya secara keseluruhan. Untuk mengantar sampai menyerahkan harta  (Mas Kawin) kepada Pihak Kedua (Perempuan) menuju tempat atau rumah yang sudah disepakati pada pertemuan kedua.
  • Jika Pihak Kedua (Perempuan) berasal dari Kampung yang sama, maka prosesi mengantar hingga penyerahan Mas Kawin akan dilakukan/diantar oleh keluarga serta kerabat dari Pihak Pertama.

Prosesi Arak-arakan Emas Kawin (ARAREM)
Orang Biak dijuluki sebagai salah satu suku di Papua yang memiliki jiwa seni tinggi, oleh sebab itu seni yang ada selalu dipadukan dan di implementasikan dengan apa saja yang mereka lakukan.

Dalam konteks ini, ketika Mas Kawin hendak diantar, akan ada arak-arakkan dalam bentuk barisan besar, dan dalam barisan yang mengantar Mas Kawin tersebut terdiri dan 3 (tiga ) kelompok.

Kelompok Pertama; adalah mereka yang dituakan dalam keluarga Pihak Pertama ( Laki-laki), yang terdiri dari perempuan-perempuan. Kehadiran mereka dalam prosesi tersebut adalah selalu berada dalam barisan paling depan, dengan menggunakan busana adat Biak, dan memegang piring-piring besar yang menurut bahasa Biak disebut “Ben be pon“ (piring dulu yang memiliki nilai histori sejarah adat yang tinggi).

Kelompok Kedua; adalah mereka yang terdiri dari kelompok campuran, baik\laki-laki maupun perempuan yang dalam hal ini mereka bertindak sebagai pengantar. Mereka pun sama dengan kelompok pertama, tetapi harta/piring yang mereka pegang adalah piring- ring kecil sebagai pelengkap harta dan jumlah yang ada.

Kelompok Ketiga; adalah mereka yang terdiri dari laki-laki dan perempuan tua maupun muda yang kehadiran mereka adalah sebagai kelompok musisi/kelompok penyanyi. Kelompok inilah yang membentuk suatu barisan yang disebut barisan pengantar Mas Kawin ( ARAREM).

Pada prosesi ini, diwarnai dengan berbagai macam bunyi nyanyian, alat musik serta tarian “Yospan“ yang memberi nuansa tersendiri bagi Pihak Pertama ( Laki-laki ) dan Pihak Kedua (Perempuan).

Setelah barisan pengantar tiba di tempat tujuan, maka proses selanjutnya adalah penandatanganan berita acara pembayaran Mas Kawin. Dengan adanya penandatanganan Berita Acara pembayaran Mas Kawin ini, maka berakhirlah proses dan prosesi penyerahan Mas Kawin (ARAREM).