
BIAK-Penyakit menular HIV/AIDS yang penyebarannya telah merata dari perkotaan hingga ke kampung-kampung di Biak Numfor, Papua telah menempatkan daerah ini pada ranking ke empat di provinsi Papua setelah kabupaten Nabire. Sesuai data kumulatif Dinas Kesehatan, jumlah Orang Yang Hidup Dengan HIV/AIDS (Odha) kini mencapai 578 dan didominasi pada usia produktif 18-29 tahun, dan sisanya 30-49 tahun. Hal itu membuat wadah organisasi kepemudaan yaitu Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) daerah setempat, terus gencar lakukan upaya pencegahan dengan melibatkan semua unsur pemuda gereja dari berbagai denominasi serta pemuda mesjid yang berada di daerah ini. Ketua KNPI Biak Numfor, Simon Rumpaisum,SH sempat membantah jika tingginya angka kasus didominasi oleh usia produktif yang notabene adalah usia pemuda. Karena menurutnya, sesuai status pekerjaan ternyata jumlah kasus didominasi oleh ibu rumah tangga. Sehingga ia berharap berbagai pihak untuk tidak langsung memvonis bahwa mayoritas odha adalah pemuda. “ Kalau dibilang usia produktif berarti yang identik adalah pemuda, namun saya berharap semua pihak tidak begitu saja memvonis pemuda, tanpa ia lakukan hal kepeduliaan “, kata Simon Rumpaisum kepada Bintang Papua di Biak, Senin (12/4). Upaya KNPI kini dalam waktu dekat akan menggelar sebuah aksi kepedulian AIDS. Aksi itu merupakan tindaklanjut dari beberapa kegiatan kepedulian AIDS yang pernah dilakukan induk organisasi kepemudaan ini dengan melibatkan pelajar dan mahasiswa pada beberapa waktu lalu. Sementara itu koordinator kesehatan dan lingkungan KNPI Biak Numfor, dr.Ricardo Mayor mengatakan upaya aksi kepedulian pemuda terhadap bahaya AIDS masih dalam bentuk konsep. Dan sasaran pelaku aksi peduli ini akan melibatkan semua unsur jemaat yang sebelumnya telah diberikan pelatihan kepada beberapa orang. “ Sehingga nantinya setiap unsur di masing-masing jemaat akan mendapatkan tenaga sosialisasi, yang nantinya kedepan setiap jemaat dapat melakukan aksi kepedulian untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS “, kata Ricardo Mayor. Lanjut kata Mayor, upaya yang akan dibangun oleh KNPI ini dipicu adanya data kumalif yang dikeluarkan Dinkes per Maret 2010 yang telah mencapai 578 kasus. Dan sesuai kesukuan didominasi putera daerah Papua sebanyak 98 persen. Persiapan yang dilakukan kini melakukan pendataan kembali semua kelengkapan struktur OKP dan melakukan pendekatan kepada setiap unsur pemuda gereja dan mesjid. Dan akan dilanjutkan dengan sosialisasi awal tentang pencegahan HIV/AIDS kepada pimpinan OKP dan beberapa utusan, serta pembahasan kerja aksi. Sementara itu data Dinas Kesehatan provinsi Papua mencatat bahwa hingga 2009 di provinsi Papua mencapai 4.745 kasus, sedangkan di provinsi Papua Barat tercatat 1500 jiwa. Berarti Papua Barat dan Papua terdapat 6.245 jiwa. By. Opin Tanati.
