Archive for April 12th, 2010
Penderitaan Yesus Ditampilkan Dalam Pawai Obor Paskah Di Biak
BIAK-Ribuan warga Kristiani dari berbagai denominasi gereja di kabupaten Biak Numfor, Papua memperingati paskah serta menyambut kebangkitan Yesus Kristus dalam bentuk pawai obor yang dikemas dalam berbagai kreatifitas serta nuansa penderitaan Yesus, Minggu (4/4) sekitar pukul 03.30 WIT. Salah satunya pentas jalan penderitaan Yesus yang ditampilkan lingkungan pelayanan Petra di jemaat GKI Maranatha sangat mendapat perhatian dan apreasiasi warga yang mengikuti pawai obor maupun menyaksikan dipinggiran ruas jalan Imam Bojol di pusat kota.![]()
Dalam pentas jalan dengan tema penderitaan Yesus yang ditampilkan lingkungan pelayanan Petra ini merupakan kegiatan rutin tiap tahun menjelang kebangkitan Yesus yang diperankan oleh anggota persekutuan angkatan muda (PAM). Pawai obor dijemaat GKI Maranatha yang merupakan jemaat kotawi dengan jumlah jiwa terbesar di daerah ini diatur oleh masing-masing majelis dan unsur-unsur jemaat dari beberapa lingkungan. Semua warga jemaatnya diarahkan tepat pukul 04.30 WIT telah bersama dalam ibadah fajar paskah dihalaman gereja. “ Warga jemaat dalam pawai obor diatur oleh majelis lingkungan yang dibantu oleh unsur PAM, PW dan PKB sedangkan untuk ibadah fajar paskah diatur oleh majelis dari urusan pekabarn injil bersama panitia hari raya gerejani “, kata pelayan jemaat pendeta M.Rumbiak Kapissa kepada Bintang Papua, Minggu (4/4). Dijelaskan bahwa untuk menyambut kebangkitan Yesus Kristus, setiap lingkungan telah diberikan himbauan untuk dapat mengatur rute pawai dan dapat mengemas suasana pawai dengan kreatifitas masing-masing. Warga jemaat yang bergabung dalam ibadah fajar paskah dijemaat ini sekitar 1200 orang lebih. Sementara itu jemaat GKI Ebenhazer Ridge, dalam menyambut ibadah fajar paskah yang dilakukan dihalaman gereja. Warga jemaatnya yang berada di sebelas wijk pelayanan melakukan pawai obor dimulai pukul 04.00 WIT. Warga jemaat yang berjumlah 600 orang lebih itu mulai ibadah fajar paskah tepat pukul 04.45 WIT dengan pelayan firman pendeta Max Kafiar,S.Si. Ketua jemaat GKI Ebenhaezer Ridge, pendeta Th.Puhili,S.Th mengatakan dalam merayakan pesta kemenangan iman, telah diatur oleh panitia hari raya gerejani sedangkan tata ibadah disiapkan oleh majelis urusan pekabaran injil. Diakhir ibadah fajar paskah panitia menyiapkan telur paskah bagi persekutuan anak dan remaja (PAR) serta pembagian hadiah dari berbagai jenis lomba yang sebelumnya telah digelar jelang paskah dijemaat ini. “ Kegiatan ini kami sambut dengan bebagai lomba jelang paskah, kemping paskah, pawai obor, ibadah fajar paskah dan pencarian telur paskah untuk unsur PAR “, kata Th.Puhili. Dari pantauan di Gereja Pantekosta Di Indonesia (GPDI) jemaat Sion Biak Kota, pelaksanaan menyambut fajar paskah juga dilakukan dengan pawai obor paskah yang diikuti sekitar 100 orang lebih warga jemaatnya. Sebelumnya warga jemaat telah semalam suntuk melakukan doa dan puji-pujian di gereja. Walaupun dalam pelaksanaan pawai obor paskah di kabupaten ini mencapai ribuan orang yang terlibat didalamnya, namun berjalan aman. Nampak anggota kepolisian berbaju preman juga mengawasi pelaksanaan tersebut, sedangkan patroli polisi dari polres dan polsek terus secara kontinue melakukan patroli. By. Opin Tanati
Pelaku Tewasnya Anak Mantu Di Pasar Inpres Biak Siap Dilimpahkan Ke Kejari

BIAK–Gara-gara isterinya diambil pulang oleh AR(72) yang dikenal sebagai bapa mantu yang menjadi pelaku dari korban LD(34) anak mantu yang tewas mengenaskan dilokasi penjualan sayurmayur emperan toko di pasar Inpres Biak, Rabu (24/2) lalu, berkas kasusnya akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. Kasus pembunuhan yang diawali dengan perkelahian antara anak mantu dan bapa mantu yang sempat membuat warga pasar Inpres sempat panik dan berhamburan meninggalkan pasar itu, Senin (12/4) sekitar pukul 11.00 WIT telah dilakukan rekonstruksi oleh petugas penyidik Polres Biak Numfor. Kepala satuan (Kasat) Reskrim Polres setempat, AKP George Septory,SH mengatakan rekonstruksi kasus pembunuhan yang berlokasi di pasar Inpres menghadirkan lima saksi dan satu pelaku yaitu AR. “ Semua saksi dan pelakunya kami hadirkan dalam proses rekonstruksi kasus itu “, kata George Septory kepada Bintang Papua di Biak, Senin (12/4). Lanjut kasat, dengan dilaksanakan rekonstruksi itu maka pihaknya kini sedang mempersiapkan berkasnya untuk segera dilimpahkan sesuai proses hukum lebih lanjut. Sementara itu Kapolre Biak Numfor, Ajun Komisaris Besar Polisi Setyo Budiyanto,SH,MH menjelaskan bahwa dengan dilakukan rekonstruksi ini merupakan bagian penting dari tugas penyidik untuk menguji Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang telah dibuat atas pengakuan awal tersangka. “ Inikan bagian penting untuk mnguji BAP sebelum dilimpahkan ke kejaksaan negeri untuk proses lebih lanjut “, kata Setyo Budiyanto. Walaupun rekonstruksi yang berlangsung saat aktifitas pasar sedang ramai, namun dapat berlangsung tertib dan aman. Masyarakat yang menyaksikan jalannya rekonstruksi itu juga tidak ada yang lakukan gerakan tambahan untuk memicu keributan. By. Opin Tanati
KNPI Biak Akan Gelar Aksi Peduli AIDS

BIAK-Penyakit menular HIV/AIDS yang penyebarannya telah merata dari perkotaan hingga ke kampung-kampung di Biak Numfor, Papua telah menempatkan daerah ini pada ranking ke empat di provinsi Papua setelah kabupaten Nabire. Sesuai data kumulatif Dinas Kesehatan, jumlah Orang Yang Hidup Dengan HIV/AIDS (Odha) kini mencapai 578 dan didominasi pada usia produktif 18-29 tahun, dan sisanya 30-49 tahun. Hal itu membuat wadah organisasi kepemudaan yaitu Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) daerah setempat, terus gencar lakukan upaya pencegahan dengan melibatkan semua unsur pemuda gereja dari berbagai denominasi serta pemuda mesjid yang berada di daerah ini. Ketua KNPI Biak Numfor, Simon Rumpaisum,SH sempat membantah jika tingginya angka kasus didominasi oleh usia produktif yang notabene adalah usia pemuda. Karena menurutnya, sesuai status pekerjaan ternyata jumlah kasus didominasi oleh ibu rumah tangga. Sehingga ia berharap berbagai pihak untuk tidak langsung memvonis bahwa mayoritas odha adalah pemuda. “ Kalau dibilang usia produktif berarti yang identik adalah pemuda, namun saya berharap semua pihak tidak begitu saja memvonis pemuda, tanpa ia lakukan hal kepeduliaan “, kata Simon Rumpaisum kepada Bintang Papua di Biak, Senin (12/4). Upaya KNPI kini dalam waktu dekat akan menggelar sebuah aksi kepedulian AIDS. Aksi itu merupakan tindaklanjut dari beberapa kegiatan kepedulian AIDS yang pernah dilakukan induk organisasi kepemudaan ini dengan melibatkan pelajar dan mahasiswa pada beberapa waktu lalu. Sementara itu koordinator kesehatan dan lingkungan KNPI Biak Numfor, dr.Ricardo Mayor mengatakan upaya aksi kepedulian pemuda terhadap bahaya AIDS masih dalam bentuk konsep. Dan sasaran pelaku aksi peduli ini akan melibatkan semua unsur jemaat yang sebelumnya telah diberikan pelatihan kepada beberapa orang. “ Sehingga nantinya setiap unsur di masing-masing jemaat akan mendapatkan tenaga sosialisasi, yang nantinya kedepan setiap jemaat dapat melakukan aksi kepedulian untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS “, kata Ricardo Mayor. Lanjut kata Mayor, upaya yang akan dibangun oleh KNPI ini dipicu adanya data kumalif yang dikeluarkan Dinkes per Maret 2010 yang telah mencapai 578 kasus. Dan sesuai kesukuan didominasi putera daerah Papua sebanyak 98 persen. Persiapan yang dilakukan kini melakukan pendataan kembali semua kelengkapan struktur OKP dan melakukan pendekatan kepada setiap unsur pemuda gereja dan mesjid. Dan akan dilanjutkan dengan sosialisasi awal tentang pencegahan HIV/AIDS kepada pimpinan OKP dan beberapa utusan, serta pembahasan kerja aksi. Sementara itu data Dinas Kesehatan provinsi Papua mencatat bahwa hingga 2009 di provinsi Papua mencapai 4.745 kasus, sedangkan di provinsi Papua Barat tercatat 1500 jiwa. Berarti Papua Barat dan Papua terdapat 6.245 jiwa. By. Opin Tanati.