Archives
April 2010
M T W T F S S
« Feb   May »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Archive for April 12th, 2010

Penderitaan Yesus Ditampilkan Dalam Pawai Obor Paskah Di Biak

BIAK-Ribuan warga Kristiani dari
berbagai denominasi gereja di kabupaten Biak Numfor, Papua memperingati paskah
serta menyambut kebangkitan Yesus Kristus dalam bentuk pawai obor yang dikemas
dalam berbagai kreatifitas serta nuansa penderitaan Yesus, Minggu (4/4) sekitar
pukul 03.30 WIT. Salah satunya pentas jalan penderitaan Yesus yang ditampilkan
lingkungan pelayanan Petra di jemaat GKI
Maranatha sangat mendapat perhatian dan apreasiasi warga yang mengikuti pawai
obor maupun menyaksikan dipinggiran ruas jalan Imam Bojol di pusat kota.

 
Dalam pentas jalan dengan tema
penderitaan Yesus yang ditampilkan lingkungan pelayanan Petra ini merupakan kegiatan
rutin tiap tahun
menjelang kebangkitan Yesus yang diperankan oleh anggota persekutuan angkatan
muda (PAM). Pawai obor dijemaat GKI Maranatha yang merupakan jemaat kotawi
dengan jumlah jiwa terbesar di daerah ini diatur oleh masing-masing majelis dan
unsur-unsur jemaat dari beberapa lingkungan. Semua warga jemaatnya diarahkan
tepat pukul 04.30 WIT telah bersama dalam ibadah fajar paskah dihalaman gereja.

“ Warga jemaat dalam pawai obor
diatur oleh majelis lingkungan yang dibantu oleh unsur PAM, PW dan PKB
sedangkan untuk ibadah fajar paskah diatur oleh majelis dari urusan pekabarn
injil bersama panitia hari raya gerejani “, kata pelayan jemaat pendeta
M.Rumbiak Kapissa kepada Bintang Papua, Minggu (4/4).

Dijelaskan bahwa untuk menyambut
kebangkitan Yesus Kristus, setiap lingkungan telah diberikan himbauan untuk
dapat mengatur rute pawai dan dapat mengemas suasana pawai dengan kreatifitas
masing-masing. Warga jemaat yang bergabung dalam ibadah fajar paskah dijemaat
ini sekitar 1200 orang lebih.

Sementara itu jemaat GKI
Ebenhazer Ridge, dalam menyambut ibadah fajar paskah yang dilakukan dihalaman
gereja. Warga jemaatnya yang berada di sebelas wijk pelayanan melakukan pawai
obor dimulai pukul 04.00 WIT. Warga jemaat yang berjumlah 600 orang lebih itu
mulai ibadah fajar paskah tepat pukul 04.45 WIT dengan pelayan firman pendeta
Max Kafiar,S.Si.

Ketua jemaat GKI Ebenhaezer
Ridge, pendeta Th.Puhili,S.Th mengatakan dalam merayakan pesta kemenangan iman,
telah diatur oleh panitia hari raya gerejani sedangkan tata ibadah disiapkan
oleh majelis urusan pekabaran injil. Diakhir ibadah fajar paskah panitia
menyiapkan telur paskah bagi persekutuan anak dan remaja (PAR) serta pembagian
hadiah dari berbagai jenis lomba yang sebelumnya telah digelar jelang paskah
dijemaat ini.

“ Kegiatan ini kami sambut dengan
bebagai lomba jelang paskah, kemping paskah, pawai obor, ibadah fajar paskah
dan pencarian telur paskah untuk unsur PAR “, kata Th.Puhili.

Dari pantauan di Gereja
Pantekosta Di Indonesia (GPDI) jemaat Sion Biak Kota, pelaksanaan menyambut
fajar paskah juga dilakukan dengan pawai obor paskah yang diikuti sekitar 100
orang lebih warga jemaatnya. Sebelumnya warga jemaat telah semalam suntuk
melakukan doa dan puji-pujian di gereja.

Walaupun dalam pelaksanaan pawai
obor paskah di kabupaten ini mencapai ribuan orang yang terlibat didalamnya,
namun berjalan aman. Nampak anggota kepolisian berbaju preman juga mengawasi
pelaksanaan tersebut, sedangkan patroli polisi dari polres dan polsek terus
secara kontinue melakukan patroli. 

By. Opin Tanati

Pelaku Tewasnya Anak Mantu Di Pasar Inpres Biak Siap Dilimpahkan Ke Kejari

BIAK–Gara-gara isterinya diambil
pulang oleh AR(72) yang dikenal sebagai bapa mantu yang menjadi pelaku dari
korban LD(34) anak mantu yang tewas mengenaskan dilokasi penjualan sayurmayur
emperan toko di pasar Inpres Biak, Rabu (24/2) lalu, berkas kasusnya akan segera
dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. 

Kasus pembunuhan yang diawali
dengan perkelahian antara anak mantu dan bapa mantu yang sempat membuat warga
pasar Inpres sempat panik dan berhamburan meninggalkan pasar itu, Senin (12/4)
sekitar pukul 11.00 WIT telah dilakukan rekonstruksi oleh petugas penyidik Polres
Biak Numfor. 

Kepala satuan (Kasat) Reskrim
Polres setempat, AKP George Septory,SH mengatakan rekonstruksi kasus pembunuhan
yang berlokasi di pasar Inpres menghadirkan lima saksi dan satu pelaku yaitu AR.

“ Semua saksi dan pelakunya kami
hadirkan dalam proses rekonstruksi kasus itu “, kata George Septory kepada
Bintang Papua di Biak, Senin (12/4).

Lanjut kasat, dengan dilaksanakan
rekonstruksi itu maka pihaknya kini sedang mempersiapkan berkasnya untuk segera
dilimpahkan sesuai proses hukum lebih lanjut.

Sementara itu Kapolre Biak
Numfor, Ajun Komisaris Besar Polisi Setyo Budiyanto,SH,MH menjelaskan bahwa
dengan dilakukan rekonstruksi ini merupakan bagian penting dari tugas penyidik
untuk menguji Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang telah dibuat atas pengakuan
awal tersangka. 

“ Inikan bagian penting untuk
mnguji BAP sebelum dilimpahkan ke kejaksaan negeri untuk proses lebih lanjut “,
kata Setyo Budiyanto.

Walaupun rekonstruksi yang
berlangsung saat aktifitas pasar sedang ramai, namun dapat berlangsung tertib
dan aman. Masyarakat yang menyaksikan jalannya rekonstruksi itu juga tidak ada
yang lakukan gerakan tambahan untuk memicu keributan. 

 
By. Opin Tanati

KNPI Biak Akan Gelar Aksi Peduli AIDS

BIAK-Penyakit menular HIV/AIDS
yang penyebarannya telah merata dari perkotaan hingga ke kampung-kampung di
Biak Numfor, Papua telah menempatkan daerah ini pada ranking ke empat di
provinsi Papua setelah kabupaten Nabire. 

 

Sesuai data kumulatif Dinas
Kesehatan, jumlah Orang Yang Hidup Dengan HIV/AIDS (Odha) kini mencapai 578 dan
didominasi pada usia produktif 18-29 tahun, dan sisanya 30-49 tahun. Hal itu
membuat  wadah organisasi kepemudaan
yaitu Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) daerah setempat, terus gencar
lakukan upaya pencegahan dengan melibatkan semua unsur pemuda gereja dari
berbagai denominasi serta pemuda mesjid yang berada di daerah ini.

 

Ketua KNPI Biak Numfor, Simon
Rumpaisum,SH sempat membantah jika tingginya angka kasus didominasi oleh usia
produktif yang notabene adalah usia pemuda. Karena menurutnya, sesuai status
pekerjaan ternyata jumlah kasus didominasi oleh 
ibu rumah tangga. Sehingga ia berharap berbagai pihak untuk tidak
langsung memvonis bahwa mayoritas odha adalah pemuda. 

 

“ Kalau dibilang usia produktif
berarti yang identik adalah pemuda, namun saya berharap semua pihak tidak
begitu saja memvonis pemuda, tanpa ia lakukan hal kepeduliaan “, kata Simon
Rumpaisum kepada Bintang Papua di Biak, Senin (12/4).

 

Upaya KNPI kini dalam waktu dekat
akan menggelar sebuah aksi kepedulian AIDS. Aksi itu merupakan tindaklanjut
dari beberapa kegiatan kepedulian AIDS yang pernah dilakukan induk organisasi
kepemudaan ini dengan melibatkan pelajar dan mahasiswa pada beberapa waktu
lalu.

 

Sementara itu koordinator kesehatan
dan lingkungan KNPI Biak Numfor, dr.Ricardo Mayor mengatakan upaya aksi
kepedulian pemuda terhadap bahaya AIDS masih dalam bentuk konsep. Dan sasaran
pelaku aksi peduli ini akan melibatkan semua unsur jemaat yang sebelumnya telah
diberikan pelatihan kepada beberapa orang.

 

“ Sehingga nantinya setiap unsur di
masing-masing jemaat akan mendapatkan tenaga sosialisasi, yang nantinya kedepan
setiap jemaat dapat melakukan aksi kepedulian untuk mencegah penyebaran
HIV/AIDS “, kata Ricardo Mayor.

 

Lanjut kata Mayor, upaya yang
akan  dibangun oleh KNPI ini dipicu
adanya data kumalif yang dikeluarkan Dinkes per Maret 2010 yang telah mencapai 578
kasus. Dan sesuai kesukuan didominasi putera daerah Papua sebanyak 98 persen.

 

Persiapan yang dilakukan kini melakukan
pendataan kembali semua kelengkapan struktur OKP dan melakukan pendekatan
kepada setiap unsur pemuda gereja dan mesjid. Dan akan dilanjutkan dengan
sosialisasi awal tentang pencegahan HIV/AIDS kepada pimpinan OKP dan beberapa
utusan, serta pembahasan kerja aksi.

 

Sementara itu
data Dinas Kesehatan provinsi Papua mencatat bahwa hingga 2009 di provinsi
Papua mencapai 4.745 kasus, sedangkan di provinsi Papua Barat tercatat 1500
jiwa. Berarti Papua Barat dan Papua terdapat 6.245 jiwa.

 

By. Opin Tanati.